Ekonomi & Politik Global Pasca 9/11

Posted: September 10, 2011 in Ekonomi, Politik

Ada tulisan yang menarik di Yahoo! yang memaparkan pergeseran sentra gravitasi kekuatan politik dan ekonomi pasca 9/11.  Disebutkan bahwa beberapa saat setelah kejadian 9/11 tahun 2001, kekuatan ekonomi mulai bergeser ke arah negara-negara yang disingkat BRIC (Brazil, Russia, India, Cina).  Kekuatan ekonomi, dan terakhir-akhir ini militer, mereka makin kuat.  Brazil bahkan menggeser rangking 5 negara terkuat ekonomi dunia yang asalnya adalah AS, Jepang, Jerman, Inggris, Perancis menjadi AS, Cina, Jepang, German, dan Brazil.  Bahkan kini Inggris adalah satu-satunya negara di dewan keamanan PBB yang tidak memiliki kapal induk, sementara Cina telah memilikinya (dan itu hasil karya anak bangsa mereka sendiri, sesuatu yang sangat membanggakan rakyat Cina).

Krisis ekonomi dan depresi beberapa tahun terakhir ini juga makin menggeser kekuatan ekonomi negara-negara barat.  Cina menguasai 1,2 trilyun US dollar bond negara Amerika Serikat.  Bahkan sejumlah negara eropa berharap Cina melakukan hal yang sama untuk membeli surat oblikasi mereka untuk membantu ekonomi negara-negara tersebut.  Hal-hal seperti ini tidak pernah diperkirakan akan terjadi di abad lalu.

Kekuatan politik juga nampaknya akan memberikan keseimbangan politik global.  Seperti yang kita lihat, kedigjayaan militer AS tanpa Rusia pasca perang dingin membuat negara ini dapat semena-mena menekan negara lain dan dukungan buta 100% terhadap Israel yang membuat krisis timur tengah tidak dapat terselesaikan dengan damai dan keresahan berlarut-larut di daerah tersebut.  Pergeseran kekuatan ekonomi dan politik ke negeri Cina dan Rusia yang notabene lebih bersahabat dengan negara seperti Iran dan lebih “netral” terhadap isu perpolitikan tim-teng akan memberikan darah segar akan pergerakan-pergerakan reformasi di timur-tengah dan asia.  Bahkan negara Brazil yang sejauh ini jauh dari kancah perpolitikan asia mungkin akan dapat memberikan sumbangan lebih pada kenetralan PBB dalam menghadapi isu Palestina-Israel.

Negara-negara barat, khususnya AS, Perancis dan Inggris, sering menggunakan “double standard” dalam campur-tangan mereka dengan urusan timur-tengah.  Telah lama dan umum diketahui bahwa AS menggunakan standar ganda ini dalam urusan Palestina dan Israel.  Mereka juga mendukung regim arab otoriter ketika hal itu memberi keuntungan pada kepentingan mereka, dan mendukung “Musim semi Tim-Teng” (mideast spring) ketika mereka melihat bahwa kepentingan mereka sudah tidak dapat didukung oleh para otoriter arab lagi.

Amerika dan Inggris dibuat malu dengan dokumen-dokumen yang diketemukan di Libya yang membuktikan kerja sama inteligen mereka dengan kolonel Muammar Gaddafi.

Negara-negara barat seperti Amerika dan Inggris juga menghambur-hamburkan uang yang sangat besar untuk mendanai perang Irak dan Afghanistan.  AS sendiri diperkirakan telah menghabiskan dana 4,4 trilyun USD untuk membiayai perang sia-sia di dua negara ini.  Hal ini membuat ekonomi mereka cukup guncang dan mulai melakukan pemangkasan-pemangkasan.  Sementara itu, sejumlah negara BRIC bahkan “emerging market” meningkatkan belanja militer mereka, bahkan sampai dengan persentas 2 digit.

Negara-negara “emerging market” lain yang akan menyusul BRIC diperkirakan adalah Meksiko, Indonesia dan Turki.  Barat terlalu terlena dengan krisis tim-teng dan terlalu banyak mencurahkan konsentrasi mereka pada urusan Israel-Palestina, sementara negara-negara BRIC sedikit demi sedikit meraup “kekuasaan” mereka.  Dalam bidang teknologi pun, negara-negara seperti Cina, Rusia dan India mulai merayap naik.  Negara seperti Iran tidak perlu lagi bergantung pada teknologi barat dalam membangun reaktor nuklir mereka.  Negara seperti Indonesia tidak harus lagi bergantung pada teknologi militer AS untuk memperkuat pertahanan dirgantara mereka.  Brazil makin independen dalam memenuhi kebutuhan energi mereka.  India, satu diantara negara berkembang yang memiliki senjata nuklir, makin mencengkeramkan kukunya dalam kedigjayaan teknologi software.

Bagaimana situasi ekonomi & politik global 5, 10 atau 25 tahun ke depan? Mari kita saksikan saja di tahun-tahun berikut.

Baca selengkapnya:

http://news.yahoo.com/decade-rise-brics-shaped-september-11-120721250.html

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s