Anti Ketuaan

Posted: Juli 14, 2011 in Biologi, Iptek, Kedokteran, Kimia
Tag:, , ,

Sebelum tahun 50′an, para ahli berpendapat badan manusia menurut vitalitasnya melewati prisma penyakit ketuaan, dimana makin rentannya tubuh kita melawan kanker dan penyakit jantung setelah melewati waktu. Namun sejak tahun 50′an, para biologis mulai memandang penuaan itu sendirilah yang merupakan penyakit. Ketika radikal bebas menangkap elektron di sekelilingnya, mereka akan memicu reaksi berantai yang jahat. Molekul-molekul cholesterol menjadi teroksidasi dan mulai berinteraksi dengan dinding-dinding urat arteri, misalnya membentuk plaque (lapisan) penyebab atheroskleroris, atau mutasi DNA di inti sel yang menjadi landasan terjadinya kanker. Perkembangan teori ini berikutnya menekankan pada peran mitochondria, mesin pembangkit-daya di dalam sel yang membantu mengubah glukosa menjadi energi. Ketika mitochondria menua, ia makin banyak melepaskan radikal bebas (radikal bebas atau “free-radicals” adalah atom, molekul atau ion-ion yang memiliki satu atau lebih elektron tak berpasangan, sehingga partikel-partikel tersebut lebih reaktif).

Teori mutakhir mengenai penuaan didasarkan pada berkurangnya enzim Telemerase. Enzim ini berfungsi menjaga kesetimbangan pada ujung-ujung kromosom. Teori penuaan ini menjelaskan bahwa setiap terjadinya pembelahan sel, DNA Telomeric (yang membentuk Telemerase) menghilang. Dengan berkurangnya enzim ini, suatu gen yang disebut gen P53 diaktifkan sebagai respons terhadap sangat berkurangnya (atau rusaknya) enzim Telemerase ini. Dengan munculnya gen P53 ini, produksi protein PCG-1Alpha dan PCG-1Beta (yang bertanggung-jawab terhadap fungsi-fungsi mitokondria) ditekan. Dengan ditekannya protein-protein ini, Mitokondria menurun massa dan energinya. Dengan penurunan fungsi Mitokondria ini, makin banyak bermunculan radikal bebas. Makin banyaknya radikal bebas ini makin memicu mutasi DNA, dan selanjutnya siklus di atas berulang-ulang, sehingga pada akhirnya dapat menimbulkan sel kanker, penurunan kinerja sel, atau ahterosklerosis.

Saat ini para ahli biologi masih dalam perdebatan mengenai apakah penuaan dalam skala sel karena berurangnya enzim Telemerase ini juga berperan dalam proses penuaan dalam skala besar (skala jaringan atau badan). Namun beberapa tahun ini teori penuaan karena enzim Telemerase makin kuat. Sejumlah peneliti saat ini sedang bekerja berat melakukan riset berkenaan dengan peran enzim Telemerase pada penuaan. Kemungkinan dalam beberapa tahun ke depan, suatu obat anti penuaan akan berhasil dibuat dan bekerja. Saat itu, seorang yang berumur 50 ataun 60′an akan nampak seperti seorang berukur 30′an, para wanita pun akan nampak awet muda. Suatu industri kesehatan yang sangat menjanjikan!

Komentar
  1. isan30 mengatakan:

    wow penemuan yang hebat
    http://meinsymbian.wordpress.com/2011/06/23/plesetan-nama-pemain-sepakbola-versi-saya/

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s