Mengenai DNA (Deoxybonucleic Acid), itu adalah rantai panjang makromolekul asam deoksiribonukleat berbentuk double-helix (seperti dua benang panjang yang saling diplintir) yang membawa kode2 hereditik/sifat2 keturunan. Pengikat sepanjang dua benang panjang ini adalah 4 komponen utama metabolit piuruvat: Alanin, Guanin, Sitosin, dan Tiamin atau disingkat A, G, S dan T. 4 komponen ini adalah termasuk komponen kimia neuklotida. Helix-gandanya sendiri terbuat dari semacam gula dan fosfat (spt. bahan pembuat pupuk).
A, G, S dan T mengikat sepanjang benang panjang heliks-ganda itu. Deret A, G, S, T ini tidak sama pada setiap manusia, bahkan setiap sel memiliki deret A, G, S, dan T yang berbeda. Ada DNA yang susunannya A, G, A, D, S, T, dan seterusnya. Kode2 Inilah yang menentukan fungsi masing2 DNA.
Hanya sekitar 2% badan kita membawa DNA pembawa kode, sisanya DNA tanpa pembawa kode, air, protein lain2, lemak dan senyawa lain yang tidak membawa kode2 dan tidak diteruskan ke keturunannya. Jadi dengan membandingkan DNA si fulan dengan DNA orang-tuanya, kita bisa tahu apakah benar orang-tuanya itu orang tua kandung (berdasarkan keserupaan kode genetik di DNA).
Ini tingkatan/hierarki susunan dari partikel elementer sampai ke DNA dan ke organ tubuh:
elektron, neutron, proton -> atom -> senyawa -> metabolit -> piuruvat -> rantai helix-ganda (Alanin, Guanin, Sitosin, Tiamin) -> DNA -> gen -> kromosom -> sel -> jaringan -> organ & anggota tubuh lain -> manusia
Ini ada tulisan sedikit mengenai DNA:
https://buhadram.wordpress.com/2011/09/05/mengenai-biokimia/
Setiap sel manusia memiliki 23 pasangan kromosom (22 pasang autosom dan 1 pasang kromosom jenis kelamin). Ada dua jenis kromosom jenis-kelamin: X dan Y. Pada wanita, 1 pasang kromosom ini sama yaitu X-X, pada pria X dan Y. Kalau janinnya cenderung memembentuk pasangan kromosom kelamin X-Y, jadilah anak lelaki, kalau X dan X, jadilah anak perempuan. Peluang kombinasi kromosom ibu dan ayah pada janin adalah sama: apakah itu X-X atau X-Y. Kromosom ini membawa karakter dari orang-tua. Kode-kode dari orang-tua dibawa oleh jenis kromosom ini.
Menurut hasil riset, ada satu lagi jenis DNA yang hanya dibawa oleh kaum wanita yaitu yang disebut Mitochondria DNA (mtDNA). Mitokondria sendiri adalah “dapur” dari setiap sel di tubuh manusia dimana terjadi pembentukan energi biologis. Hanya anak perempuan mewarisi mitokondria DNA ini. Anak laki-laki tidak dapat mewariskannya ke keturunannya (jadi, kalau sel kita ini diperiksa sampai terlihat mtDNA-nya, maka akan terlihat bahwa mtDNA anak laki2 dan perempuan menyerupai mtDNA ibunya, bukan dari bapaknya).
Dari hasil penelitian sejauh ini, para ahli genetik telah berhasil merunut mtDNA dan menyimpulkan bahwa “ibu” atau segala jenis manusia berasal dari seorang wanita di daerah Afrika sekitar 40-60 ribu tahun yang lalu (di California Academy of Science ditampilkan peta DNA ini). Jadi adalah benar bahwa siti Hawa diturunkan di daerah Afrika. Kalau mengenai nabi Adam belum pernah terdengar ceritanya secara genetik, meski konon sebagian orang mengatakan diturunkan di daerah India.
Ada satu buku yang ditulis oleh seorang keturunan yahudi, ahli genetik dan profesor di Duke University di AS bernama David B. Goldstein, Ph.D berjudul “Jacob’s Legacy: A Genetic View of Jewish History”. Buku itu menjelaskan dan membuktikan bahwa satu golongan keturunan para pendeta bangsa yahudi yang disebut “Kohanim” (Cohen) secara genetik merupakan keturunan nabi Harun AS. Jadi secara umum, marga yahudi “Cohen” adalah keturunan nabi Harun. Ada lagi riset yang menjelaskan bahwa marga “Levi” adalah keturunan dari anak nabi Ya’kub yang bernama “Levi”. Menurut http://en.wikipedia.org/wiki/Y-chromosomal_Aaron, bangsa afrika selatan membawa kuat gen DNA “Kohen” ini. Disitu disebutkan juga bahwa kombinasi kuat “kromosom” nabi Harun ini ditemukan di daerah Yaman. Jadi ada kemungkinan memang sejumlah arab yaman keturunan yahudi.
Mutasi gen bisa terjadi, kadang tidak berbahaya (bahkan positif) dan kadang negatif bahkan berbahaya (menjadi penyebab kanker). Dalam proses penerus keturunan, kadang gen bermutasi yang menjadi agak berbeda dari sifat aslinya.
Sayang sangat sedikit riset mengenai bangsa arab, apalagi ba’alawi. Asyik juga kalau ada periset melakukannya. Jadi bisa sedikit membuktikan apakah benar seorang itu keturunan ba’alawi atau mengaku-aku saja.
38.280894
-122.668594